-
Anda belum membeli barang apapun
Melalui bait-bait yang sederhana namun sarat makna, penulis mengajak pembaca untuk merenungi hakikat kehidupan. Pada setiap lariknya, kita seakan diajak duduk bersimpuh di atas sajadah; mengurai segala rasa, membuka tabir kesombongan, dan menyadari betapa kecilnya manusia di hadapan Tuhan. Puisi-puisi dalam buku ini mengandung kekuatan spiritual yang dalam— menggugah kesadaran tentang dosa, aib, dan kefanaan dunia yang sering kali kita banggakan.
Ungkapan seperti “Apa yang kau banggakan, tidak ada…” menjadi refleksi tajam yang menohok kesadaran kita. Bahwa status, jabatan, kecerdasan, hingga keindahan fisik hanyalah sementara. Semua itu hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali. Penulis dengan berani dan jujur mengajak kita untuk “mematikan bangga” dan menggantinya dengan rasa syukur serta kerendahan hati.






