Telepon 087817217871 / 02718205349 >

Email oasegrouppublishing@gmail.com >

“KETIKA CINTA TAK BISA LAGI DIPELUK”

“KETIKA CINTA TAK BISA LAGI DIPELUK”

Rp. 78.000

Tersedia

uku ini tidak lahir dari kemenangan, melainkan dari kejujuran yang paling sunyi. Ia tumbuh dari hari-hari yang tidak selalu sanggup dijelaskan

dengan kata “baik-baik saja”. Dari pagi-pagi yang berat untuk dimulai, dari senyum yang dipakai sebagai penyangga, dan dari rindu yang datang tanpa pernah meminta izin. Membaca Ketika Cinta Tak Bisa Lagi Dipeluk seperti berjalan pelan di lorong ingatan seseorang di sana ada kehilangan yang tidak berisik, tetapi menetap dan mengubah segalanya.

Kisah dalam buku ini memperlihatkan bagaimana kehilangan tidak hanya merenggut kehadiran, tetapi juga memaksa manusia mendefinisikan ulang hidupnya. Bahagia tidak lagi berbentuk utuh, melainkan serpihan kecil yang harus dirawat dengan sabar. Cinta tidak lagi bisa diraih dengan tangan, namun justru bertahan dalam hal-hal yang paling sederhana, kebiasaan yang tertinggal, nama yang disebut dalam doa, dan kenangan yang diam-diam menguatkan.

Yang paling terasa dari halaman-halaman ini adalah keteguhan seorang ibu. Seorang perempuan yang belajar menahan runtuhnya dunia sendiri demi memastikan dunia anak-anaknya tetap berdiri. Ia menyimpan lelahnya rapat-rapat, menunda tangisnya hingga malam benar-benar sepi, dan memilih tetap menjadi rumah meski ia sendiri pernah kehilangan atapnya. Keteguhan itu tidak digambarkan dengan heroisme berlebihan, melainkan dengan kesunyian yang jujur, yang justru terasa sangat manusiawi.

Buku ini tidak menawarkan resep untuk sembuh, apalagi janji bahwa luka akan segera hilang. Ia hanya duduk di samping pembacanya, menemani, seolah berbisik bahwa tidak apa-apa jika rindu masih panjang, jika langkah terasa tertatih, jika hari ini belum sanggup tersenyum. Di sini, kekuatan tidak digambarkan sebagai keberanian besar, melainkan sebagai kesetiaan pada hidup, keputusan kecil yang diulang setiap hari untuk tetap berjalan.

Semoga buku ini menjadi pelipur bagi mereka yang pernah kehilangan, menjadi cermin bagi yang sedang belajar mengikhlaskan, dan menjadi pengingat bahwa luka tidak pernah sepenuhnya meniadakan harapan. Sebab meski cinta tak lagi bisa dipeluk, ia tetap ada dan menjaga dari kejauhan, menguatkan dengan cara yang paling diam.

Testimonial

  • "Oase Pustaka adalah penerbit indie terbaik yang pernah saya tahu. Dari sekian banyak penerbit indie ..."
    Rio Dwi Cahyono Kamis, 31 Desember 2015
  • "Luar Biasa.. Tak terhitung sudah berapa jumlah penulis" yg karyanya diterbitkan oleh oase pustaka....."
    Putri Adisty Kamadita Kamis, 31 Desember 2015
  • "oase pustaka sebagai penerbit indie cukup baik dalam layout, edit dan paket harganya apalagi langsun..."
    ahdajaudah Senin, 04 Januari 2016
  • "Oasepustaka merupakan media utk menampung inspirasi penulis yg msh belajar maupun ahli menguntai kat..."
    Roy Befi Jum'at, 01 Januari 2016
  • "Penerbit Oase Pustaka itu penerbit indie yang selalu menunjukkan kreatifnya juga kualitasnya. Terbuk..."
    Ala Dira Ariza Senin, 04 Januari 2016
  • "menurut saya, Penerbit Oase Pustaka masih tergolong baru, bahkan saya ingat sekali ketika pertama ka..."
    Aldi Rahman Untoro Kamis, 31 Desember 2015
  • "Pagi, mau tanya.. bisa terima lbh dr 120 hal gak pak. Makssi..."
    Selasa, 11 April 2017
  • "Admin, sy mau tanya.. sy sudah melakukan pembayaran dan konfirmasi beberapa kali sejak tgl 13 tetapi..."
    Naufal Fathoni Minggu, 20 Agustus 2017
  • "Pelayanan yang luar biasa... top deh...."
    Deni Candra Kamis, 13 Februari 2014
  • "Oase Pustaka adalah penerbit yang luar biasa.Oase Pustaka sering membuat event-event lomba yang sang..."
    Achsanul Fiqri Kamis, 31 Desember 2015
  • "Morbi scelerisque, dui non laoreet efficitur, sem leo dignissim ligula, quis finibus massa mauris qu..."
    Andrew Garfield Jum'at, 31 Juli 2015
  • "Oase Top Cer maju terus Oase..."
    Rino Abonita Kamis, 29 September 2016
  • "Menerbitkan buku di Oase Group sangat mudah dan cepat! Karya-karya saya jadi dapat didokumentasikan...."
    Wieranta Sabtu, 02 Januari 2016

Facebook

Twitter