-
Anda belum membeli barang apapun
“Mereka yang didengar bukan yang paling keras suaranya, tetapi yang paling jernih bahasanya,” ~Teguh Setiawan~
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, antologi puisi ini dapat disusun dan diselesaikan
dengan baik.
Antologi puisi berjudul Suara yang Tak Pernah Diam
merupakan kumpulan karya siswa yang lahir dari kepekaan hati, kejujuran perasaan, dan keberanian menyuarakan realitas. Puisi-puisi di dalam buku ini berbicara tentang kehidupan: tentang kemanusiaan, keadilan, harapan, budaya, alam, doa, serta suara-suara kecil yang sering kali terabaikan.
Melalui larik-larik sederhana namun bermakna, para penulis muda mencoba merekam dunia di sekitar mereka. Mereka menulis bukan untuk sekadar indah, tetapi untuk peduli. Setiap puisi adalah suara— kadang lirih, ada pula lantang—namun semuanya jujur dan bernilai.
Di tengah dunia yang kerap bising oleh kepentingan, puisi-puisi ini mengingatkan kita bahwa suara nurani tidak pernah benar-benar diam. Ia hidup dalam kata, tumbuh dalam empati, dan bergerak melalui keberanian untuk menyampaikan kebenaran.
Semoga antologi ini tidak hanya menjadi dokumentasi karya sastra, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki suara, dan setiap suara layak didengar. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya antologi puisi ini. Semoga buku ini memberi manfaat dan inspirasi bagi para pembaca.






