-
Anda belum membeli barang apapun
Di tengah arus perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi yang bergerak super cepat, di manakah posisi kemanusiaan kita? Apakah seni dan desain hari ini hanya sekadar ruang untuk melahirkan keindahan visual atau pemenuhan fungsi utilitarian semata?
Buku referensi Seni dan Desain dalam Perspektif Humanisme hadir sebagai sebuah ruang dialog intelektual yang kaya, inklusif, dan kolaboratif. Menyatukan pemikiran dari 38 akademisi dan peneliti lintas institusi maupun di Indonesia, antologi ini menegaskan bahwa kreativitas, ilmu pengetahuan, dan inovasi rupa hanya akan mencapai makna yang utuh apabila diarahkan untuk memuliakan manusia serta membangun peradaban yang berkeadaban.
Melalui 25 artikel ilmiah yang dikaji secara kualitatif, fenomenologis, dan interpretatif, buku ini mengajak pembaca menelusuri batas-batas lentur antara yang fisik dan yang bermakna:
- Sosial-Humaniora: Membaca ulang eksistensi, citra ruang, dan manipulasi rasa manusia di era digital.
- Desain Interior: Menggali kedalaman makna sakral, simbol, dan atmosfer ruang, mulai dari arsitektur tradisional Nusantara (seperti arsitektur Jawa tradisional) hingga disrupsi relasi manusia-teknologi dalam konsep Smart Home.
- Desain Komunikasi Visual & Fotografi: Membedah semiotika lirik, literasi visual, re-branding, hingga mitos kecantikan dalam media kontemporer.
- Industri Kreatif: Menyoroti geliat ilustrasi kontemporer, modest fashion, sinema, hingga etika penggunaan Generative Image AI dalam pendidikan tinggi desain.
Berpijak pada fondasi humanisme teosentris—seperti gagasan luhur Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang menempatkan manusia sebagai makhluk utama yang dimuliakan Tuhan—buku ini membuktikan bahwa estetika rupa dan desain tidak pernah terpisah dari realitas dinamika sosial masyarakat. Seni rupa dan desain justru menjadi instrumen transformasi, dialog, dan pemberdayaan sosial yang sangat strategis.
Buku ini menjadi referensi wajib yang sangat menginspirasi bagi para akademisi, mahasiswa, praktisi, peneliti, maupun masyarakat luas yang merindukan lahirnya pemikiran-pemikiran baru demi merawat nilai kemanusiaan dan membangun peradaban yang inklusif, berbudaya, serta bermartabat.






